Jumat, 19 Januari 2018

Hujan

Hanya berupa untaian kalimat dari seorang pengembara di bumi. Seolah hujan pasti akan meninggalkan jejaknya, begitupun. Suka, duka, tawa, canda, bahagia, sedih, menangis dan berbagai macam bentuk lupn emosi lainnya, akan memberikan pembelajaran tersendiri untuk setiap insan.

Kini usiamu di bumi makin bertambah, namun sejatinya, umurmu berkurang, seiring bertambahnya kehidupanmu. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

malam ini ketika aku mulai menulis blog ini, sesungguhnya aku tengah berpikir lagi tentang perjalananku selama sembilan belas tahun menjadi pengembara di bumi ini.
siang tadi, selepas pulang dari tengah kota untuk sebuah urusan, aku bergegas pulang, aku tau ibuku menunggu di rumah. aku sempat menangis di siang itu. rasanya kepala ini mau pecah dan dada ini sangat sesak. tak berapa lama, rintik hujan itu datang seolah ingin menemaniku.

berpikir soal hujan, aku berpikir bahwa, butiran-butiran hujan itu, yang jatuh ke tanah tentu turun bebas dan jatuh ke segala arah akibat hembusan angin, mereka dalam jumlah banyak dan turun bersamaan sehingga menjadi satu kesatuan yang disebut hujan.

soal hujan, ada hal yang unik. jika diumpamakan, ya aku mungkin memang hanyalah rintik hujan. satu dari sekian banyak butiran-butiran air, satu dari sekian miliaran manusia di bumi ini. punya berbagai masalah dan persoalan hidup, yang harus diselesaikan. caranya penyelesaiannya pun bermacam-macam.

ya, setiap orang tentu punya masalah. apapun masalahnya jangan anggap remeh itu, sebab setiap orang belum tentu bisa melewatinya dengan mudah. tetap semangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar